<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom">

 <title>Rokhiq</title>
 <link href="https://rokhiq.com/atom.xml" rel="self"/>
 <link href="https://rokhiq.com/"/>
 <updated>2026-06-13T00:39:09+07:00</updated>
 <id>https://rokhiq.com</id>
 <author>
   <name></name>
   <email></email>
 </author>

 
 <entry>
   <title>Hal-Hal yang Mengusik saat Membaca Novel Ringan Alya Sometimes Hides Her Feeling in Russian bagian Bab 1</title>
   <link href="https://rokhiq.com/postingan/2026/06/07/hal-hal-ya"/>
   <updated>2026-06-07T22:24:48+07:00</updated>
   <id>https://rokhiq.com/postingan/2026/06/07/hal-hal-ya</id>
   <content type="html">&lt;p&gt;Aku bertemu lagi denganmu dalam postingan ini, jika kau membaca ini artinya kau suka dengan postingan sebelumnya, kan?—Atau kau hanya orang yang tak sengaja sampai di sini dan kebingungan atas klaimku ini.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Seperti postingan sebelumnya, postingan ini akan berisi spoiler dari bab 1 novelnya, jadi kalau kau belum membaca novel aslinya, sebaiknya tutup postingan ini agar tidak mengurangi pengalaman membacamu.&lt;/p&gt;

&lt;hr /&gt;
&lt;h3 id=&quot;tundra&quot;&gt;“Tundra”&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;Kata yang cukup asing bagiku, aku sepertinya tak pernah menemui kata ini dari media mana pun selama ini.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Dan bila dicari maknanya di &lt;a href=&quot;https://kbbi.kemendikdasmen.go.id/entri/tundra&quot;&gt;KBBI&lt;/a&gt;, ternyata artinya adalah semacam suatu tempat di kutub utara yang beku dan tandus.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Yah, gak ada yang salah, sih, untuk menggambarkan adegan di novelnya saat Alya marah dan menyita ponsel Masachika serta teman sekelasnya yang lain, sesuailah.&lt;/p&gt;

&lt;hr /&gt;
&lt;p&gt;Itu saja, sih, untuk bab ini, sisanya tak ada yang bisa dibahas.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Karena semua ini berdasarkan pengetahuanku, mungkin kalau aku sudah mengenal macam-macam kosakata bakal makin jarang bikin artikel beginian kali, yah? Tapi, entahlah wkwkkw.&lt;/p&gt;
</content>
 </entry>
 
 <entry>
   <title>Hal-Hal yang Mengusik saat Membaca Novel Ringan Alya Sometimes Hides Her Feeling in Russian bagian Prolog</title>
   <link href="https://rokhiq.com/postingan/2026/06/01/hal-hal-ya"/>
   <updated>2026-06-01T22:32:05+07:00</updated>
   <id>https://rokhiq.com/postingan/2026/06/01/hal-hal-ya</id>
   <content type="html">&lt;p&gt;Selamat datang di segmen baru blog ini, yaitu di sini aku akan mengulas hal-hal yang sempat membuatku bingung saat membaca novel, dan novel kali ini yang kubaca adalah “Alya Sometimes Hides Her Feeling in Russian”.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Perlu diingat semua hal yang ada di sini berdasarkan pengalaman pribadi, jadi semua yang tertulis adalah hal-hal yang membuatku perlu mencaritahu lagi karena kurang mengerti apa yang dimaksud, jadi mungkin di sini akan tampak betapa ceteknya pengetahuanku mengenai kosakata, fesyen, atau pemahaman tentang alur cerita wkwkw.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Aku di sini akan membuatnya menjadi poin-poin agar mudah untuk dijelaskan, tapi sebelum itu aku perlu peringatkan kalau &lt;strong&gt;isi postingan ini berisi spoiler tentang isi novel ringan&lt;/strong&gt; tersebut, jadi kalau tak mau terkena spoiler, sebaiknya kau kembali/tutup tab ini setelah membaca ini.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Namun, kalau kau sudah membaca/masa bodoh dengan spoiler, silakan dilanjut, jadi mari kumulai.&lt;/p&gt;

&lt;hr /&gt;

&lt;h3 id=&quot;mengenyam&quot;&gt;“Mengenyam”&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;Sebenarnya ini kosakata yang cukup umum, dan pasti sudah banyak yang tahu, tapi entah kenapa cukup menarik perhatianku, saat kucari tahu di KBBI, ternyata makna yang kupahami selama ini salah, bukannya seperti “melakoni”, tapi mengenyam lebih “merasakan” atau “menikmati pengalaman”&lt;sup id=&quot;fnref:1&quot;&gt;&lt;a href=&quot;#fn:1&quot; class=&quot;footnote&quot; rel=&quot;footnote&quot; role=&quot;doc-noteref&quot;&gt;1&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;. Jadi cukup melenceng, sih.&lt;/p&gt;

&lt;hr /&gt;

&lt;h3 id=&quot;half-up&quot;&gt;&lt;em&gt;Half-up&lt;/em&gt;&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;Aku sebenarnya sudah cukup tahu dengan gaya rambut ini dari anime “Even Replica Can Fall in Love”, intinya, sih, rambut yang diikat bagian atasnya saja. Jadi ada bagian atas yang disanggul dan bagian bawah yang terurai&lt;sup id=&quot;fnref:2&quot;&gt;&lt;a href=&quot;#fn:2&quot; class=&quot;footnote&quot; rel=&quot;footnote&quot; role=&quot;doc-noteref&quot;&gt;2&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; …. Kurang lebih begitulah, sudah kubilang kalau urusan sama fesyen aku gak begitu mengerti wkwkw.&lt;/p&gt;

&lt;hr /&gt;

&lt;h3 id=&quot;kasak-kusuk&quot;&gt;Kasak-kusuk&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;Kalau merujuk pada KBBI, maknanya kurang lebih seperti memengaruhi orang lain dengan sembunyi-sembunyi dengan suara pelan. Terdengar seperti niat jahat, yah, karena definisinya yang sudah “memengaruhi orang lain” ditambah “sembunyi-sembunyi”. Namun kalau disederhanakan, sih, kurang lebih maknanya berbisik-bisik.&lt;/p&gt;

&lt;hr /&gt;

&lt;h3 id=&quot;alisa-tak-menghentikan-langkahnya&quot;&gt;“Alisa tak menghentikan langkahnya.”&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;Aku agak bingung pada bagian ini, masa diajak ngobrol gak berhenti, sih? Lantas bagiamana mengobrolnya? Namun setelahnya si Alya membungkuk, sih, kepada senior yang menyapanya, jadi seharusnya dia berhenti di sini meski tidak dituliskan kalau si Alya berhenti. Kayaknya cuma otakku saja yang kurang ekspresif, yah? Apa-apa perlu dijelaskan.&lt;/p&gt;

&lt;hr /&gt;

&lt;h3 id=&quot;sudah-lebih-dari-satu-tahun-siswa-itu-duduk-di-sebelah-alisa-karena-nama-belakang-mereka-diawali-huruf-yang-sama&quot;&gt;“Sudah lebih dari satu tahun siswa itu duduk di sebelah Alisa karena nama belakang mereka diawali huruf yang sama.”&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;Nah, ini bagaimana mungkin? Nama lengkap Alya adalah “Kujou Mikhailovna Alisa”, sementara si Masachika adalah “Kuze Masachika”—tunggu, jadi sama, dong. Apanya yang beda?&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Nah, sesaat setelah aku mengetik ini, ternyata nama mereka diawali huruf yang sama, sudah dijelaskan, sih, di novelnya kalau “nama belakang” mereka yang sama, tapi karena kurang fokus saja kali, jadinya gak ketemu wkwkkw. Maaf-maaf.&lt;/p&gt;

&lt;hr /&gt;

&lt;h3 id=&quot;murid-laki-laki-di-bangku-serong-kanan-dari-alisa-berbisik-berusaha-membangunkan-masachika-&quot;&gt;“Murid laki-laki di bangku serong kanan dari Alisa berbisik berusaha membangunkan Masachika, ….”&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;Aku susah mem-visualisasikan adegan ini, sebelumnya sudah dapat info kalau Alya duduk di barisan belakang dekat jendela, lalu Masachika di sebelah kanannya, terus ada murid laki-laki di bangku serong kanan dari Alisa …. Artinya dia duduk di barisan depan kanan Masachika? Atau tepat di depannya Masachika?&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Aku sampai bikin ilustrasi bodoh dan menanyakannya ke AI, dari AI satu ke lainnya jawabannya gak ada yang konsisten, tapi kalau dari tebakanku, sih, seharusnya barisan depan tepat di depannya Masachika, karena itu menurutku sudut yang pas dan kayaknya gak mungkin di barisan depan sebelah kanan karena tampak kejauhan.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;https://cdn.rokhiq.com/img-20260601-220437.jpg&quot; alt=&quot;Nanya posisi murid yang membangunkan Masachika ke Copilot&quot; /&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Namun entahlah yang benar yang mana, tapi setidaknya itulah yang menurutku paling masuk akal.&lt;/p&gt;

&lt;hr /&gt;

&lt;h3 id=&quot;mengedikkan&quot;&gt;Mengedikkan&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;Kukira mengedikkan itu pose orang menyibakkan rambutnya ke belakang dengan penuh gaya. Namun ternyata salah, mengedikkan itu adalah melentikkan badan atau kepala ke belakang, jadi gayanya seperti menonjolkan badan atau kepala gitulah.&lt;/p&gt;

&lt;hr /&gt;

&lt;p&gt;Oke, itu saja hal-hal yang sempat membuatku bingung hingga harus kucatat dan kubahas di sini, padahal menurutku sedikit, tapi siapa sangka sudah mau 4.500-an huruf, jir, wkwkwk.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Yah, entah tulisan ini ada manfaatnya atau tidak yang penting hal di atas sudah terjelaskan, sih, sekalian bisa jadi bahan postingan, kan, hehe.&lt;/p&gt;

&lt;hr /&gt;

&lt;p&gt;Referensi&lt;/p&gt;

&lt;div class=&quot;footnotes&quot; role=&quot;doc-endnotes&quot;&gt;
  &lt;ol&gt;
    &lt;li id=&quot;fn:1&quot;&gt;
      &lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://kbbi.kemendikdasmen.go.id/entri/mengenyam&quot;&gt;Hasil Pencarian - KBBI VI Daring&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;#fnref:1&quot; class=&quot;reversefootnote&quot; role=&quot;doc-backlink&quot;&gt;^&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;/li&gt;
    &lt;li id=&quot;fn:2&quot;&gt;
      &lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://ngarti.com/apa-itu-gaya-rambut-half-updo-pada-wanita-tren-elegan-yang-tak-pernah-lekang-oleh-waktu/&quot;&gt;Apa Itu Gaya Rambut Half Updo pada Wanita? Tren Elegan yang Tak Pernah Lekang oleh Waktu - Ngarti.com&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;#fnref:2&quot; class=&quot;reversefootnote&quot; role=&quot;doc-backlink&quot;&gt;^&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;/li&gt;
  &lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
</content>
 </entry>
 
 <entry>
   <title>Dilema Memilih Peramban Baku antara Brave dan Firefox</title>
   <link href="https://rokhiq.com/postingan/2026/05/22/dilema-mem"/>
   <updated>2026-05-22T21:58:04+07:00</updated>
   <id>https://rokhiq.com/postingan/2026/05/22/dilema-mem</id>
   <content type="html">&lt;p&gt;Hampir semua waktu yang kuhabiskan di depan gawai kugunakan untuk membuka peramban, karena peramban adalah inti dari semua hal yang kubutuhkan sehari-hari. Dari mengetik dokumen, mengedit foto/video, berkomunikasi, hingga mencari hiburan, semua dilakukan di peramban.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Namun, hal itu punya kelemahan sendiri yang cukup mengerikan. Datamu terkumpul dengan sangat sempurna yang cocok untuk dijual ke pengiklan dan sejenisnya. Meski ada yang beragumen privasi data dirimu aman karena dikumpulkan secara anonim, tapi tak ada transparansi dibaliknya, kau takkan pernah tahu bagaimana proses anonimisasinya. Dan sekalipun itu anonim, data itu masih bisa untuk dilakukan de-anonimisasi karena privasi itu bukan sekadar menyembunyikan identitas.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Maka dari itu, dari kebiasaanku yang menghabiskan banyak waktunya di peramban, aku ingin lebih menghargai dataku sendiri dengan menggunakan peramban yang lebih mengutamakan penggunanya alih-alih menjadikan penggunanya sebagai sebuah “mesin penghasil uang”. Dan pilihanku untuk jenis peramban seperti itu jatuh pada &lt;a href=&quot;https://brave.com&quot;&gt;Brave&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;https://firefox.com&quot;&gt;Firefox&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Aku sudah menggunakannya dan beberapa kali menjadikan salah satu dari keduanya sebagai peramban utama. Namun, berpindah-pindah peramban itu melelahkan karena perlu impor sana-sini hingga menyetel agar sesuai dengan yang dimau.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Dan ada masalah dari internal, seperti saat aku pakai Firefox, aku seperti ingin menggunakan Brave karena dia basis Chromium yang diunggulkan di kebanyakan situs. Namun, saat aku pakai Brave, aku jadi kangen dengan fitur &lt;em&gt;killer&lt;/em&gt; Firefox seperti Multi-container—ini gak &lt;em&gt;killer&lt;/em&gt; banget, sih, karena Brave tengah mengembangkannya saat ini&lt;sup id=&quot;fnref:1&quot;&gt;&lt;a href=&quot;#fn:1&quot; class=&quot;footnote&quot; rel=&quot;footnote&quot; role=&quot;doc-noteref&quot;&gt;1&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;—dan ekstensi &lt;a href=&quot;https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/adaptive-tab-bar-colour/&quot;&gt;Adaptive Tab Bar Color&lt;/a&gt;, serta Firefox adalah peramban yang bukan berbasis Chromium yang bisa digunakan secara masif—Safari hanya untuk pengguna Apple doang.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Namun, sebenarnya peramban yang mengutamakan privasi yang mereka tawarkan itu berdiri di atas pondasi yang lemah.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Dimulai dari Firefox, pengembang Firefox, yaitu Mozilla, 85% pendapatannya berasal dari Google&lt;sup id=&quot;fnref:2&quot;&gt;&lt;a href=&quot;#fn:2&quot; class=&quot;footnote&quot; rel=&quot;footnote&quot; role=&quot;doc-noteref&quot;&gt;2&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;. Google membayar sekian nominal agar tetap menjadikan &lt;em&gt;Google Search&lt;/em&gt; sebagai mesin pencari bawaan di Firefox.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Rasanya Mozilla di sini malah dijadikan sandera Google agar dia tak boleh bubar. Soalnya akan menjadi malapetaka bagi Google bila Mozilla mati, yang membuat Google tak punya pesaing dan akan terkena Hukum antimonopoli Amerika Serikat&lt;sup id=&quot;fnref:3&quot;&gt;&lt;a href=&quot;#fn:3&quot; class=&quot;footnote&quot; rel=&quot;footnote&quot; role=&quot;doc-noteref&quot;&gt;3&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;. Rasanya cukup ironis sebuah penantang malah dibiayai oleh yang ditantangnya.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Sementara buat Brave, dia punya kasus yang berbeda yang tak kalah ironis. Jualan utama mereka adalah peramban yang punya pemblokir iklan bawaan, tapi mereka tetap menyajikan iklan mereka yang diklaim lebih privat&lt;sup id=&quot;fnref:4&quot;&gt;&lt;a href=&quot;#fn:4&quot; class=&quot;footnote&quot; rel=&quot;footnote&quot; role=&quot;doc-noteref&quot;&gt;4&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; secara bawaan, yah memang bisa dimatikan, sih. Namun, mau bagaimana pun, iklan tetaplah iklan dan ini jatuhnya seperti mengganti iklan yang mereka blokir dengan iklan buatan mereka sendiri. Apalagi di Brave cukup banyak &lt;em&gt;bloatware&lt;/em&gt; yang sebenarnya tak semua orang butuh, seperti AI, kripto, VPN, dan Rewards. Dan terlebih, Brave berbasis Chromium, jadi mereka tak sepenuhnya independen.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Jadi dari semua alasan itu, aku masih bingung mau memilih peramban yang mana, karena meski berdiri di pondasi yang lemah, keduanya tetap hebat dalam masalah menjaga privasi penggunanya.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Mungkin aku akan berakhir memilih keduanya. Karena Firefox begitu mantap di laptopku yang memakai KDE Neon, tapi Firefox kurang optimal di HP Androidku karena dia gampang &lt;em&gt;reload&lt;/em&gt; kalau ditinggal &lt;em&gt;multi-tasking&lt;/em&gt; sebentar—setidaknya itu yang terjadi pada HP low-endku. Sebaliknya, Brave nyaman banget di HP Androidku, karena berbasis Chromium juga kali, ya, jadi dia begitu optimal, tapi sayangnya Brave kurang enak di laptop KDE Neon-ku, peramban Chromium di Linux itu seperti tak terintegrasi dengan &lt;em&gt;toolkit&lt;/em&gt;-nya, alhasil UI peramban dan UI sistem tak terintegrasi, meski di pengaturan ada &lt;em&gt;switch&lt;/em&gt;-nya, tapi malah nge-&lt;em&gt;bug&lt;/em&gt;, jadi kurang enak dipandang.&lt;/p&gt;

&lt;hr /&gt;

&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Referensi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;

&lt;div class=&quot;footnotes&quot; role=&quot;doc-endnotes&quot;&gt;
  &lt;ol&gt;
    &lt;li id=&quot;fn:1&quot;&gt;
      &lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://piunikaweb.com/2026/04/14/brave-browser-containers-feature-testing/&quot;&gt;https://piunikaweb.com/2026/04/14/brave-browser-containers-feature-testing/&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;#fnref:1&quot; class=&quot;reversefootnote&quot; role=&quot;doc-backlink&quot;&gt;^&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;/li&gt;
    &lt;li id=&quot;fn:2&quot;&gt;
      &lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://www.courthousenews.com/mozilla-exec-warns-doj-remedies-in-google-monopoly-trial-could-crush-firefox/&quot;&gt;https://www.courthousenews.com/mozilla-exec-warns-doj-remedies-in-google-monopoly-trial-could-crush-firefox/&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;#fnref:2&quot; class=&quot;reversefootnote&quot; role=&quot;doc-backlink&quot;&gt;^&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;/li&gt;
    &lt;li id=&quot;fn:3&quot;&gt;
      &lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_antimonopoli_Amerika_Serikat&quot;&gt;https://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_antimonopoli_Amerika_Serikat&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;#fnref:3&quot; class=&quot;reversefootnote&quot; role=&quot;doc-backlink&quot;&gt;^&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;/li&gt;
    &lt;li id=&quot;fn:4&quot;&gt;
      &lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://support.brave.app/hc/en-us/articles/360026361072-Brave-Ads-FAQ&quot;&gt;https://support.brave.app/hc/en-us/articles/360026361072-Brave-Ads-FAQ&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;#fnref:4&quot; class=&quot;reversefootnote&quot; role=&quot;doc-backlink&quot;&gt;^&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;/li&gt;
  &lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
</content>
 </entry>
 
 <entry>
   <title>Dinamika Memiliki Nama yang Blibet</title>
   <link href="https://rokhiq.com/postingan/2026/05/12/dinamika-m"/>
   <updated>2026-05-12T20:17:52+07:00</updated>
   <id>https://rokhiq.com/postingan/2026/05/12/dinamika-m</id>
   <content type="html">&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;https://cdn.rokhiq.com/img-20260512-201305.jpg&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;small&gt;Namaku yang ditulis “Rokhid” di sebuah pengisi daya yang diperlukan untuk proses menyervis laptopku.&lt;/small&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Menurutmu, memiliki nama yang langka itu menyenangkan, gak, sih?&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Dari pengalamanku—selaku yang punya nama cukup blibet, aku punya dua pendapat tentang ini ….&lt;/p&gt;

&lt;hr /&gt;

&lt;h3 id=&quot;nama-pengguna-masih-tersedia&quot;&gt;Nama Pengguna Masih Tersedia&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;Aku mulai dari bagian yang menyenangkan dulu, nama yang unik berarti tak ada … atau setidaknya jarang orang yang punya nama yang sama, jadi nama pengguna di kebanyakan &lt;em&gt;platform&lt;/em&gt; masih belum ada yang mengklaimnya dan membuatku memiliki nama pengguna yang konsisten tanpa tambahan angka dan simbol acak.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Meski begitu, seperti yang kubilang di atas, unik itu jarang, bukan tak ada yang menyamai sama sekali, sudah pasti ada kemungkinan orang yang namanya sama denganku. Seperti contoh, aku menemui namaku sendiri sudah diklaim di X, bahkan sebelum aku membuat akun di sana, yang berarti memang ada orang yang namanya sama denganku, cuma jarang saja.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;https://cdn.rokhiq.com/img-20260508-094417.jpg&quot; alt=&quot;Namaku yang sudah diklaim di X.&quot; /&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Tapi setidaknya untuk &lt;em&gt;platform&lt;/em&gt; lain kayak Facebook, Instagram, TikTok, dan sejenisnya, aku masih bisa mendapatkannya, sih, hehehe.&lt;/p&gt;

&lt;hr /&gt;

&lt;h3 id=&quot;susah-dieja-dan-diucapkan&quot;&gt;Susah Dieja dan Diucapkan&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;Di balik keunikannya, punya nama seperti ini punya sisi lain yang kurang menyenangkan.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Tentu saja, bagaimana bisa dianggap menyenangkan bila orang kesulitan mengucapkan atau bahkan kebingungan menulis namamu? Dan bagian terburuknya, orang lain menyederhanakan namamu.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Aku cukup sering mendapati lawan bicaraku bingung menulis namaku seperti apa saat aku menyebutkannya, sehingga lawan bicaraku hampir selalu memintaku untuk mengulangi penyebutan namaku. Yang ujung-ujungnya mereka menggunakan insting dari apa yang didengar, dan menulisnya dengan ejaan yang salah.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Kalau dipikir-pikir, sepertinya selama ini belum ada orang berhasil menulis namaku dengan benar yang hanya mengandalkan pendengaran mereka. Namun, aku memakluminya, sih, karena sepertinya hampir mustahil orang bisa menebak namaku yang punya huruf mati berdekatan—”kh”, huruf yang jarang digunakan dalam nama—”q”, serta bisa juga faktor dari diriku sendiri yang artikulasinya jelek.&lt;/p&gt;

&lt;hr /&gt;

&lt;h3 id=&quot;akhir-kata&quot;&gt;Akhir Kata&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;Aku sendiri tak begitu mempermasalahkan mau dipanggil seperti apa, karena aku memang menyadari namaku cukup blibet, jadi orang mau memanggilku dengan ejaan versi mereka sendiri tidak begitu masalah selama masih di batas wajar.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Jadi, apakah menyenangkan? Menurutku iya, karena ada sensasi memiliki nama yang langka dan tidak pasaran. Meski minusnya namaku jadi susah untuk diucapkan, sih.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Andai saja punya nama langka dan mudah diucapkan, yah, mungkin akan lebih sempurna ….&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Namun mau nama seperti apa pun, nama adalah pemberian orang tua yang menurutnya terbaik untuk kita.&lt;/p&gt;
</content>
 </entry>
 
 <entry>
   <title>Aku Sepertinya sedang Berada di Lembah Keputusasaaan</title>
   <link href="https://rokhiq.com/postingan/2026/04/30/aku-sepert"/>
   <updated>2026-04-30T06:05:54+07:00</updated>
   <id>https://rokhiq.com/postingan/2026/04/30/aku-sepert</id>
   <content type="html">&lt;p&gt;Aku mulai bosan menulis artikel.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;https://cdn.rokhiq.com/img-20260430-052230.jpg&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Bak hanya keinginan sesaat, semua dorongan untuk menulis seakan sirna. Padahal beberapa bulan lalu, aku begitu menginginkan untuk membuat situs ini dengan harapan akan rajin merangkai artikel, Ke mana semua asa itu pergi?&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Bila dipikir, aku sering mengalami fase ini dalam berbagai situasi, dan kurasa aku sedang berada di &lt;em&gt;Valley of Despair&lt;/em&gt; atau lembah keputusasaaan. Lembah keputusasaaan adalah saat di mana kau begitu meluap-luap ingin melakukan sesuatu hingga menyadari betapa sulitnya hal tersebut, yang membuat pikiran tak sesuai ekspektasi dan berakhir membuatmu merasa hal yang dikejar selama ini terlalu rumit, hingga puncaknya muncul rasa menyerah.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Fase ini adalah fase yang berat, dan sayangnya aku kebanyakan kabur dari fase ini, dalam berbagai bidang. Tak heran kenapa kebanyakan kemampuan yang kupunya terasa setengah matang selama ini, kurang lebih seperti “aku bukannya tak tahu apa-apa, tapi aku juga tak begitu paham”.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Namun, sayangnya, untuk kali ini aku sudah menyadarinya lebih dulu, aku akan mencoba menantang diriku untuk terus menulis. Entah hal apa yang akan kulakukan, tapi akan kulakukan sesuatu seperti mencoba untuk terus konsisten menulis artikel atau semacamnya yang membangkitkan asa menulis. Meski tulisanku kebanyakan tak sesuai ekspektasi, tapi itulah bagian dari prosesnya. Karena begitu aku berhasil merangkak dari lembah yang dalam ini, harapannya aku bisa menjadi lebih luwes dan tulisanku lebih enak dibaca, semoga.&lt;/p&gt;
</content>
 </entry>
 
 <entry>
   <title>Kenapa, ya, Kredit Lagu Pembuka pada Anime ditulis 「オープニングテーマ」 (Openingu Thema)?</title>
   <link href="https://rokhiq.com/postingan/2026/04/23/kenapa-ya"/>
   <updated>2026-04-23T20:00:22+07:00</updated>
   <id>https://rokhiq.com/postingan/2026/04/23/kenapa-ya</id>
   <content type="html">&lt;p&gt;Saat ini, aku sedang memelajari bahasa Jepang, alasannya sederhana: Karena aku ingin menikmati konten Jejepangan. Memang alasan yang cukup klasik dan konyol, tapi aku memulai “misi” ini bukan karena sok-sok-an biar keren atau semacamnya, melainkan karena imbas terjemahan lokal yang sepertinya semakin hari semakin mengandalkan akal imitasi alih-alih terjemahan manusia. Terjemahan akal imitasi sebenarnya kalau diperhatikan, sih, tak ada yang salah, cuma bagian yang kurang adalah terkadang terjemahan akal imitasi tak paham konteks, inkonsisten, dan kurang efisien—omong-omong, sudah kubahas di &lt;a href=&quot;/2026/04/takarir-ya&quot;&gt;artikel sebelumnya&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Dengan berlandaskan itu, aku pun mulai mengumpulkan niat dengan harapan bisa memahami bahasa Jepang secara mandiri tanpa melibatkan terjemahan lokal yang kurang memuaskan untukku.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Karena saat ini aku sedang seperti di fase semangat-semangatnya—yang sebentar lagi terjun ke lembah keputusasaan—mempelajari bahasa Jepang, aku jadi mulai memerhatikan kredit pada lagu pembuka dan penutup—meski sebagian besar, tak terbaca, sih—dan mendapati sesuatu yang janggal, “Kenapa, ya, Kredit Lagu Pembuka pada Anime ditulis 「オープニングテーマ」 (Openingu Thema)?”&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Sejauh pengetahuanku saat ini, kata bahasa inggris yang berakhiran “e” akan diserap katakana menjadi akhiran “u”, contohnya: Kata “time” menjadi 「タイム」 (TAIMU), dan kata “lime” menjadi 「ライム」 (RAIMU). Nah, terus kenapa kata “theme” diserap katakana malah menjadi テーマ (Thema)?&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Usut-punya-usut ternyata kata 「テーマ」 (Thema) tidak diserap dari bahasa Inggris, melainkan dari bahasa Jerman&lt;sup id=&quot;fnref:1&quot;&gt;&lt;a href=&quot;#fn:1&quot; class=&quot;footnote&quot; rel=&quot;footnote&quot; role=&quot;doc-noteref&quot;&gt;1&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; “Thema”. Jadi pada zaman Meiji, mereka banyak menyerap istilah dari bahasa Jerman karena bahasa Jerman saat itu punya pengaruh yang kuat pada akademik dan musik karena pada abad itu, jerman merupakan pusat ilmu pengetahuan dunia.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Yah, sebenarnya tak cukup aneh karena terserah mereka mau menyerap bahasa dari mana, tapi itu tak berlaku hingga mereka mencampurkannya pada kata bahasa Inggris 「オープニング」 (Openingu) yang membuatku salah mengira kalau 「テーマ」 (Thema) diserap dari bahasa Inggris “Theme”. Namun, mau dignati pun sepertinya mustahil karena kata 「テーマ」 (Thema) sudah menjadi kebiasaan dan kalau diterapkan bisa-bisa bentrok dengan kata yang hampir berbunyi sama, 「チーム」 (Chiimu).&lt;/p&gt;

&lt;hr /&gt;
&lt;div class=&quot;footnotes&quot; role=&quot;doc-endnotes&quot;&gt;
  &lt;ol&gt;
    &lt;li id=&quot;fn:1&quot;&gt;
      &lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://ja.wiktionary.org/wiki/Thema#%E3%83%89%E3%82%A4%E3%83%84%E8%AA%9E&quot;&gt;https://ja.wiktionary.org/wiki/Thema#%E3%83%89%E3%82%A4%E3%83%84%E8%AA%9E&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;#fnref:1&quot; class=&quot;reversefootnote&quot; role=&quot;doc-backlink&quot;&gt;^&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;/li&gt;
  &lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
</content>
 </entry>
 
 <entry>
   <title>Takarir yang Diterjemahkan oleh AI di Crunchyroll itu Menyebalkan</title>
   <link href="https://rokhiq.com/postingan/2026/04/12/takarir-ya"/>
   <updated>2026-04-12T20:10:38+07:00</updated>
   <id>https://rokhiq.com/postingan/2026/04/12/takarir-ya</id>
   <content type="html">&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;https://cdn.rokhiq.com/img-20260412-191206.jpg&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;small&gt;ⒸTakibi Amamori/Shogakukan/Losing Heroine Cheering Committee&lt;/small&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Teknologi yang makin berkembang memang seru, rasanya seperti semakin dimudahkan, tapi teknologi yang baru ada lalu diterapkan secara masif untuk menggantikan tenaga yang sudah berpengalaman adalah sebuah bencana.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Salah satunya terjadi pada &lt;em&gt;platform&lt;/em&gt; Crunchyroll. Pada Februari 2024, CEO Crunchyroll mengumumkan akan menggunakan AI generatif pada takarirnya demi mempercepat proses penerjemahan dan untuk memerangi pembajakan.&lt;sup id=&quot;fnref:1&quot;&gt;&lt;a href=&quot;#fn:1&quot; class=&quot;footnote&quot; rel=&quot;footnote&quot; role=&quot;doc-noteref&quot;&gt;1&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Banyak kontroversi yang terjadi sejak saat itu, mulai dari terjemahan yang berantakan, tak profesional, hingga bagian terparahnya, pada takarir berbahasa Jerman, ada tulisan “ChatGPT Said” yang mengindikasikan mereka tak memikirkan kualitas takarir dan banyak membuat orang marah. Ujungnya, Crunchyroll membantah dengan mengatakan penggunaan takarir AI itu adalah pelanggaran yang dilakukan vendor pihak ketiga yang bekerjasama dengan mereka.&lt;sup id=&quot;fnref:2&quot;&gt;&lt;a href=&quot;#fn:2&quot; class=&quot;footnote&quot; rel=&quot;footnote&quot; role=&quot;doc-noteref&quot;&gt;2&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Namun, sepertinya praktik menggunakan AI untuk takarir terus berlanjut, hingga saat ini, aku masih menjumpai takarir yang blibet, tak konsisten, dan memiliki CPS—&lt;em&gt;Character Per Second&lt;/em&gt;—yang tinggi. Imbasnya adalah pada pengalaman menonton yang menjadi tak menyenangkan dan pada akhirnya hanya membuat bingung.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Seperti misalnya dari anime &lt;em&gt;You And I Are Polar Opposites&lt;/em&gt;, aku malah lebih mudah menangkap maksud percakapan dengan bahasa Inggris yang diterjemahkan manusia daripada takarir bahasa Indonesia yang diterjemahkan oleh AI.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;https://cdn.rokhiq.com/img-20260412-192645.jpg&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;small&gt;©Kocha Agasawa/SHUEISHA, You and I Are Polar Opposites Committee&lt;/small&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Aku memang lebih suka menonton menggunakan takarir Inggris bila bertemu takarir yang menggunakan AI, tapi mau nonton menggunakan takarir Inggris, level Inggrisku hanya sebatas pas-pasan, kalau ketemu kosakata langka, kuno, lokalisasi, atau mungkin penjelasan yang kompleks, aku bakal langsung bingung dan harus bolak-balik buka aplikasi penerjemah.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Jadi, ya, bagiku ujung-ujungnya sama-sama bikin bingung dan tak puas, terkadang aku harus menonton berulang kali dalam takarir bahasa Indonesia dan bahasa Inggris agar bisa merasa mengerti alur ceritanya.&lt;/p&gt;

&lt;blockquote class=&quot;text-post-media&quot; data-text-post-permalink=&quot;https://www.threads.com/@rokhiq/post/DUyZ2f9EhOU&quot; data-text-post-version=&quot;0&quot; id=&quot;ig-tp-DUyZ2f9EhOU&quot; style=&quot; background:#FFF; border-width: 1px; border-style: solid; border-color: #00000026; border-radius: 16px; max-width:650px; margin: 1px; min-width:270px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);&quot;&gt; &lt;a href=&quot;https://www.threads.com/@rokhiq/post/DUyZ2f9EhOU&quot; style=&quot; background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%; font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, sans-serif;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; &lt;div style=&quot; padding: 40px; display: flex; flex-direction: column; align-items: center;&quot;&gt;&lt;div style=&quot; display:block; height:32px; width:32px; padding-bottom:20px;&quot;&gt; &lt;svg aria-label=&quot;Threads&quot; height=&quot;32px&quot; role=&quot;img&quot; viewBox=&quot;0 0 192 192&quot; width=&quot;32px&quot; xmlns=&quot;http://www.w3.org/2000/svg&quot;&gt; &lt;path d=&quot;M141.537 88.9883C140.71 88.5919 139.87 88.2104 139.019 87.8451C137.537 60.5382 122.616 44.905 97.5619 44.745C97.4484 44.7443 97.3355 44.7443 97.222 44.7443C82.2364 44.7443 69.7731 51.1409 62.102 62.7807L75.881 72.2328C81.6116 63.5383 90.6052 61.6848 97.2286 61.6848C97.3051 61.6848 97.3819 61.6848 97.4576 61.6855C105.707 61.7381 111.932 64.1366 115.961 68.814C118.893 72.2193 120.854 76.925 121.825 82.8638C114.511 81.6207 106.601 81.2385 98.145 81.7233C74.3247 83.0954 59.0111 96.9879 60.0396 116.292C60.5615 126.084 65.4397 134.508 73.775 140.011C80.8224 144.663 89.899 146.938 99.3323 146.423C111.79 145.74 121.563 140.987 128.381 132.296C133.559 125.696 136.834 117.143 138.28 106.366C144.217 109.949 148.617 114.664 151.047 120.332C155.179 129.967 155.42 145.8 142.501 158.708C131.182 170.016 117.576 174.908 97.0135 175.059C74.2042 174.89 56.9538 167.575 45.7381 153.317C35.2355 139.966 29.8077 120.682 29.6052 96C29.8077 71.3178 35.2355 52.0336 45.7381 38.6827C56.9538 24.4249 74.2039 17.11 97.0132 16.9405C119.988 17.1113 137.539 24.4614 149.184 38.788C154.894 45.8136 159.199 54.6488 162.037 64.9503L178.184 60.6422C174.744 47.9622 169.331 37.0357 161.965 27.974C147.036 9.60668 125.202 0.195148 97.0695 0H96.9569C68.8816 0.19447 47.2921 9.6418 32.7883 28.0793C19.8819 44.4864 13.2244 67.3157 13.0007 95.9325L13 96L13.0007 96.0675C13.2244 124.684 19.8819 147.514 32.7883 163.921C47.2921 182.358 68.8816 191.806 96.9569 192H97.0695C122.03 191.827 139.624 185.292 154.118 170.811C173.081 151.866 172.51 128.119 166.26 113.541C161.776 103.087 153.227 94.5962 141.537 88.9883ZM98.4405 129.507C88.0005 130.095 77.1544 125.409 76.6196 115.372C76.2232 107.93 81.9158 99.626 99.0812 98.6368C101.047 98.5234 102.976 98.468 104.871 98.468C111.106 98.468 116.939 99.0737 122.242 100.233C120.264 124.935 108.662 128.946 98.4405 129.507Z&quot; /&gt;&lt;/svg&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot; font-size: 15px; line-height: 21px; color: #000000; font-weight: 600; &quot;&gt; View on Threads&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://www.threads.com/embed.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;

&lt;p&gt;Aku bukannya membenci AI, sepertinya setiap hari aku menggunakan AI, entah untuk membantu mencarikan sumber, menuliskan kode&lt;del&gt;, atau sekadar berkeluh kesah&lt;/del&gt;.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Namun alangkah baiknya hasil AI itu diperiksa kembali agar menjadi lebih masuk akal, ada yang namanya MTPE—&lt;em&gt;Machine Translation Post-Editing&lt;/em&gt;, yaitu proses memoles hasil generatif AI agar menjadi lebih akurat dan konsisten.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Meski sudah beberapa tahun penggunaan AI untuk takarir, sepertinya Crunchyroll belum berminat menggunakan sistem MTPE ini—setidaknya dari anime yang kutonton.&lt;/p&gt;

&lt;hr /&gt;

&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Catatan Kaki&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;

&lt;div class=&quot;footnotes&quot; role=&quot;doc-endnotes&quot;&gt;
  &lt;ol&gt;
    &lt;li id=&quot;fn:1&quot;&gt;
      &lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://www.comicsbeat.com/crunchyroll-ceo-reveals-company-testing-ai-to-create-subtitles/&quot;&gt;Crunchyroll CEO reveals company testing AI to create subtitles&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;#fnref:1&quot; class=&quot;reversefootnote&quot; role=&quot;doc-backlink&quot;&gt;^&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;/li&gt;
    &lt;li id=&quot;fn:2&quot;&gt;
      &lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://www.animenewsnetwork.com/news/2025-07-01/crunchyroll-german-necronomico-and-the-cosmic-horror-show-subtitles-listed-chatgpt/.226206&quot;&gt;Crunchyroll’s German Necronomico and the Cosmic Horror Show Subtitles Listed ‘ChatGPT’ (Update 3) &lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;#fnref:2&quot; class=&quot;reversefootnote&quot; role=&quot;doc-backlink&quot;&gt;^&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;/li&gt;
  &lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
</content>
 </entry>
 
 <entry>
   <title>Aku Membuka Akun di X</title>
   <link href="https://rokhiq.com/postingan/2026/04/03/aku-membuk"/>
   <updated>2026-04-03T21:34:00+07:00</updated>
   <id>https://rokhiq.com/postingan/2026/04/03/aku-membuk</id>
   <content type="html">&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;https://cdn.rokhiq.com/img-20260403-211851.jpg&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Akhirnya, aku membuka akun pribadi di X! Yah, memang aslinya sudah lama, sih, tapi itu masih belum atas namaku, tapi sekarang sudah resmi menjadi akunku dengan nama pengguna yang baru ini!&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Meski begitu, aku sepertinya takkan aktif membuat tulisan di sana—mungkin sesekali hanya untuk balasan—karena tentu aku lebih memprioritaskan situsku sendiri, aku di sana biasanya hanya untuk memosting ulang postingan yang kuanggap bagus dan terlalu sayang kalau dilewatkan begitu saja.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Terlebih di &lt;em&gt;platform&lt;/em&gt; X, aku bisa mendapatkan info lebih cepat dan lebih “aman” daripada diposting oleh media pihak ketiga di &lt;em&gt;platform&lt;/em&gt; lain, omongin media pihak ketiga, aku sebenarnya punya masalah pribadi dengan media pihak ketiga, salah satunya adalah perkara spoiler, tapi mungkin itu akan kubahas di postingan berikutnya agar lebih jelas.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Untuk sekarang, aku cukup puas sebagai pengguna biasa di X, banyak staf resmi, perusahaan, ilustrator, penulis, dan bahkan &lt;em&gt;leaker&lt;/em&gt; yang lebih sering aktif di sana. Kalau kamu ingin mengikuti akunku, silakan pencet &lt;a href=&quot;https://x.com/akurokhiq&quot;&gt;tautan ini&lt;/a&gt;, ya. Barangkali kamu menemukan sesuatu yang kamu anggap berharga juga di linimasaku.&lt;/p&gt;

</content>
 </entry>
 
 <entry>
   <title>Kenapa Alur Cerita Anime Gitu-Gitu Aja?</title>
   <link href="https://rokhiq.com/postingan/2026/03/22/kenapaceritaanimegitugituaja"/>
   <updated>2026-03-22T00:01:00+07:00</updated>
   <id>https://rokhiq.com/postingan/2026/03/22/kenapaceritaanimegitugituaja</id>
   <content type="html">&lt;p&gt;Mungkin kau menyadari sebagian anime akhir-akhir ini plotnya menggunakan format yang sama, seperti: Cerita isekai, balas dendam, diusir dari &lt;em&gt;party&lt;/em&gt;, pura-pura lemah padahal OP, reinkarnasi raja iblis, dan lain sebagainya. Anime-anime dengan format cerita seperti itu terus bermunculan, hingga terasa ceritanya sama, cuma karakternya yang berbeda.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Hal tersebut terjadi karena berbagai faktor, tapi ada dua hal pasti yang sepertinya menjadi pemicu semua ini, yaitu: Pengarang cerita adalah novelis pemula dan &lt;em&gt;demand&lt;/em&gt; yang tinggi dari alur cerita seperti itu.&lt;/p&gt;

&lt;h3 id=&quot;pengarang-cerita-adalah-novelis-pemula&quot;&gt;Pengarang Cerita adalah Novelis Pemula&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;Banyak studio animasi mengadaptasi cerita dari situs Shousetsuka ni Narou—atau dalam bahasa Indonesia diartikan: Mari Menjadi Novelis—yang merupakan tempat para novelis merintis. Melihat kesuksesan pendahulu yang menggunakan format seperti itu, penulis yang baru terjun akhirnya mengikuti jejaknya dan menulis cerita dengan format serupa, lalu siklus itu terus berulang.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Namun, bukan berarti novelis pemula hanya akan menulis cerita templat, ada banyak karya novelis yang memulai dari situs Shousetsuka ni Narou punya karya orisinil dan menarik, jadi semua kembali lagi pada novelisnya.&lt;/p&gt;

&lt;h3 id=&quot;demand-yang-tinggi&quot;&gt;&lt;em&gt;Demand&lt;/em&gt; yang Tinggi&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;Aku tak tahu siapa yang akan terus menonton cerita templat seperti itu terus-menerus, tapi yang pasti ada saja orang yang menontonnya dan jumlahnya cukup banyak hingga sampai pihak studio terus mengadaptasi cerita templat itu karena memang sangat populer.&lt;/p&gt;

&lt;h3 id=&quot;pada-akhirnya-&quot;&gt;Pada Akhirnya ….&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;Entah akankah siklus seperti ini bisa berakhir mengingat semua ini sudah seperti menjadi lingkaran setan. Namun, mau bagaimana pun, itu tidak masalah selama tak merugikan siapa pun, setiap orang pasti punya selera masing-masing.&lt;/p&gt;

</content>
 </entry>
 
 <entry>
   <title>Kebiasaan Kurang Baik dari Menonton Video Pendek</title>
   <link href="https://rokhiq.com/postingan/2026/03/16/kontenvideopendek"/>
   <updated>2026-03-16T22:56:00+07:00</updated>
   <id>https://rokhiq.com/postingan/2026/03/16/kontenvideopendek</id>
   <content type="html">&lt;p&gt;Semenjak kehadiran &lt;em&gt;platform&lt;/em&gt; Tiktok, video pendek potret jadi nge-tren dan banyak digemari, banyak &lt;em&gt;platform&lt;/em&gt; besar lain juga mengadaptasi format serupa, seperti: YouTube, Instagram, Facebook, dan bahkan &lt;em&gt;platform&lt;/em&gt; yang diperuntukkan untuk berjualan, Shopee, juga mengadaptasinya. Tak mengherankan, karena menurutku sendiri video pendek seakan menghemat waktu, &lt;em&gt;to-the-point&lt;/em&gt;, dan selalu &lt;em&gt;up-to-date&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Nyatanya dari menonton video pendek bukannya hemat waktu, malah lupa waktu. Mungkin ada benarnya kalau lagi kepepet cari tutorial sesuatu yang butuh cepat dan tak bertele-tele, tapi skenario itu jarang terjadi, setidaknya buatku. Video pendek memang terlihat hemat waktu, tapi karena hemat waktu itu, otak menjadi merasa tak puas dan ingin melihat lebih banyak konten video pendek lagi, yang awalnya ingin menghemat waktu, ujungnya malah semakin membuang waktu.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Video pendek sesungguhnya ada baiknya karena mengurangi populasi video yang mencari &lt;em&gt;watchtime&lt;/em&gt; tinggi dengan cara membuat video bertele-tele, dengan video pendek, pembuat konten seperti dipaksa untuk segera menuntaskan video mereka, meski memang terkadang ada yang membuat &lt;em&gt;hook&lt;/em&gt; heboh, tapi masih &lt;em&gt;fair&lt;/em&gt;-lah, keterlaluan kalau video sudah pendek masih komplain kepanjangan.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Biasanya hasil dari editan video pendek itu bagus-bagus, itu mungkin karena &lt;em&gt;timeline&lt;/em&gt; pengedit videonya tidak panjang, jadi mereka bisa &lt;em&gt;“all-in”&lt;/em&gt; seluruh kemampuan mereka di sana. Video pendek biasanya menyertakan takarir, animasi yang mulus, dan semacamnya, yang membuat pengalaman menonton menjadi makin asyik.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Di video pendek juga gampang menerima info terbaru, salah satu faktornya karena produksinya yang lebih singkat dari video panjang. Namun, karena kepraktisan itu, tak jarang malah muncul misinformasi karena terburu-buru mengejar tren tanpa adanya kroscek lebih lanjut, yang membuat video pendek terkadang—atau sering—diragukan kebenarannya. Dan bagian terparahnya, ada orang yang memuat ulang informasi yang kurang tepat tersebut yang membuat hal yang sebenarnya salah seakan normal karena jumlahnya banyak.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Kalau bagiku, daripada manfaatnya, aku lebih kerap merasakan kerugiannya. Algoritma canggih yang mengerti apa yang kusuka membuatku menggulir video pendek terus menerus hingga tanpa sadar sudah satu jam berlalu hanya untuk menonton video yang pada awalnya tak kucari/kubutuhkan, yang membuatku menyesal telah menyiakan waktu. Aku pernah dengar video pendek itu menurunkan &lt;em&gt;attention span&lt;/em&gt; dan mengeluarkan begitu banyak dopamin, aku kurang mengerti detailnya, tapi yang jelas &lt;em&gt;attention span&lt;/em&gt; yang menurun bisa membuat diriku jadi kurang suka berlama-lama memperhatikan sesuatu, bawaannya seperti ingin segera beranjak ke hal yang lain, dan pengeluaran dopamin yang banyak membuat otak menjadi membentuk standar dopamin yang tinggi yang membuat hal-hal kecil yang seharusnya cukup untuk menghibur, malah terasa kurang karena standar dopamin otak yang berubah.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Semua yang kuceritakan berasal dari sudut pandangku, kalau ada yang salah aku minta maaf dan mohon koreksinya. Meski begitu, ini semua bukan salah siapa-siapa, tapi salahku sendiri karena mau terjebak pada algoritma yang memang didesain untuk memanjakan penggunanya agar berlama-lama di &lt;em&gt;platform&lt;/em&gt; mereka, mereka tak peduli mau otakku membusuk, asal mereka mendapatkan uang dari apa yang kulakukan di &lt;em&gt;platform&lt;/em&gt; mereka. Selalu ingat, “jika ada produk yang gratis, dirimulah yang menjadi produknya.”&lt;/p&gt;

</content>
 </entry>
 
 <entry>
   <title>Apakah Legal Menggunakan Ilustrasi Anime sebagai Foto Profil?</title>
   <link href="https://rokhiq.com/postingan/2026/03/14/legalitasppanime"/>
   <updated>2026-03-14T11:59:00+07:00</updated>
   <id>https://rokhiq.com/postingan/2026/03/14/legalitasppanime</id>
   <content type="html">&lt;p&gt;Aku pernah menjumpai postingan tentang argumen kalau menggunakan foto profil anime itu ilegal karena melanggar hak dari pembuat karya aslinya dan sebagainya, tapi apa memang seperti itu?&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Secara teknis, memang benar jika sembarangan menggunakan ilustrasi orang lain sebagai foto profil itu adalah ilegal, karena karya ilustrasi itu dilindungi oleh hak cipta dan tak seharusnya digunakan untuk foto profil, apalagi kalau ilustrasinya datang dari ilustrasi penggemar, hak ciptanya malah semakin dobel, ada hak cipta dari ilustrator dan hak cipta dari pemilik IP karakternya. Namun, pada prakteknya, hampir tidak ada yang pernah dituntut karena menggunakan ilustrasi orang sebagai foto profil untuk personal, karena untuk penggunaan personal biasanya pemilik hak cipta membiarkannya, tapi kalau untuk komersial tentunya kemungkinannya semakin tinggi.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Namun, bukan berarti tak ada ilustrasi yang aman untuk digunakan foto profil, kalau dicari sedikit pasti ada ilustrator yang mengizinkan ilustrasinya digunakan untuk foto profil, atau lebih aman lagi bisa meminta izin kepada ilustratornya. Atau terkadang juga ada, lo, dari animenya langsung menyediakan ilustrasi yang memang diperuntukan untuk dijadikan foto profil.&lt;/p&gt;

&lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&gt;&lt;p lang=&quot;ja&quot; dir=&quot;ltr&quot;&gt;:¨·.·¨:&lt;br /&gt; `·. SNS用アイコンプレゼント&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;毎週月曜日にSNS用アイコンをプレゼント🎁&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;໒꒱第11話「お隣の天使様にいつの間にか駄目人間にされていた」&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ぜひDLして使ってくださいね❣️&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DLはこちら🔽&lt;a href=&quot;https://t.co/bJkr67xqnA&quot;&gt;https://t.co/bJkr67xqnA&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/%E3%81%8A%E9%9A%A3%E3%81%AE%E5%A4%A9%E4%BD%BF%E6%A7%98?src=hash&amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&gt;#お隣の天使様&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&amp;mdash; TVアニメ『お隣の天使様にいつの間にか駄目人間にされていた件』【公式】 (@tenshisama_PR) &lt;a href=&quot;https://twitter.com/tenshisama_PR/status/1637740770580123649?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&gt;March 20, 2023&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&gt;&lt;/script&gt;

&lt;p&gt;Meski hampir tak pernah ada yang mengambil serius perkara ini, tapi bukan berarti aman. Jadi lebih baik tetap berada di jalur yang aman saja daripada harus mengambil resiko.&lt;/p&gt;

</content>
 </entry>
 
 <entry>
   <title>uBlockDNS&amp;#58 Blokir Iklan Tingkat DNS</title>
   <link href="https://rokhiq.com/postingan/2026/03/12/ulasanublockdns"/>
   <updated>2026-03-12T23:27:00+07:00</updated>
   <id>https://rokhiq.com/postingan/2026/03/12/ulasanublockdns</id>
   <content type="html">&lt;p&gt;Saat aku mau mengunduh ekstensi uBlock Origin—karena katanya “internet is unusable without ad-block”, aku menemukan menu baru di halaman utama &lt;a href=&quot;http://ublockorigin.com&quot;&gt;ublockorigin.com&lt;/a&gt;, yaitu menu ke web uBlockDNS.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Dari situ, aku mencobanya dan mendapati sesuatu yang cukup menarik. Berikut adalah setelah menggunakannya selama seminggu.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhAOjNfc2PeNE25nF3oXK1EJ0-ACX_W7Chip4iKTS9bf-SbhQwOeaVqoeZvAfPY1JTovsBjDvMucMtSmF9OL3uzAMgw1SRXrAGM5otdjhbdzRwf1W0GpIbyxigm0Xd59Ji8Pq8VAkRZxfa5owCR96VSA1siCbvOJs1h-iZ_OhW_9kEd-VGDcCw0WkXm=s1920&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Sebagai orang awam yang tak tahu menahu tentang DNS, aku tak menyangka ternyata DNS itu dapat merekam situs yang dikunjungi, namun yang terlihat hanya sebatas domain utamanya saja, kalau apa yang kita buka dan lakukan di situs tersebut tidak akan muncul. Yang berarti ISP/Provider penyedia internet dapat menilik situs apa yang kubuka, mengetahui fakta itu tentu saja sedikit kaget, jadi desas-desus ISP dapat melihat riwayat situs yang dibuka itu ada benarnya.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Nah, dengan menggunakan DNS pihak ketiga, riwayat menjelajah situs akan tersamarkan di sisi ISP, alih-alih melihat domain, mereka kini hanya melihat alamat IP. Yah, memang tak 100% menyamarkan situs yang dibuka, tapi setidaknya mereka jadi menerka-nerka apa yang kubuka wkwkwk.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Fitur dari uBlockDNS ini adalah dia punya filter pemblokir situs iklan, judol, malwer, telemetri, atau bisa memasukkan sendiri situs yang mau diblokir. uBlockDNS ditautkan ke semua perangkat mulai dari HP, PC, hingga ruter bila mendukung.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Selama pakai hampir tak ada kendala, mungkin kendala yang pernah kualami adalah tiba-tiba dia &lt;em&gt;down&lt;/em&gt; tanpa sebab, yang membuat internet satu perangkatku tak bisa jalan, dan meski DNS ini dilengkapi iklan, tapi dia tak benar-benar memblokir iklan, masih ada sisa beberapa iklan yang tetap muncul, entah mungkin karena databasenya kurang lengkap, atau karena si situsnya memuat iklan di server yang sama dengan isi konten situs. Jadi bila diblokir, tak cuma iklan, isi konten situs akan ikut terblokir, jadi untuk menyiasati itu, tentu masih perlu memasang ekstensi pemblokir iklan.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Terus apa gunanya DNS ini bila jualan utama memblokir iklan tak semempan itu? Yah, seperti yang bilang diatas, DNS ini lebih dari memblokir iklan, tapi dia juga memblokir judol, malwer, dan telemetri. Terutama bagian telemetri ini yang tak banyak kusadari, siapa sangka mau peramban privasi seperti Firefox atau Brave, dia tetap mengirim data telemetri meski aku sudah menonaktifkan pengumpulan data, jadi lumayan membantu untuk meningkatkan privasi dalam hal-hal teknis seperti ini.&lt;/p&gt;

</content>
 </entry>
 
 <entry>
   <title>Kenapa Kursor Menghadap ke Kiri?</title>
   <link href="https://rokhiq.com/postingan/2026/03/09/kenapakursormenghadapkiri"/>
   <updated>2026-03-09T21:47:00+07:00</updated>
   <id>https://rokhiq.com/postingan/2026/03/09/kenapakursormenghadapkiri</id>
   <content type="html">&lt;p&gt;Terkadang suka penasaran dengan hal-hal remeh tak penting seperti kenapa kursor itu menghadapnya ke kiri? Kenapa gak ke kanan atau menghadap ke atas sekalian.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Kalau dikulik dari sejarahnya, kursor miring ini dimulai dari komputer Xerox PARC.&lt;sup id=&quot;fnref:1&quot;&gt;&lt;a href=&quot;#fn:1&quot; class=&quot;footnote&quot; rel=&quot;footnote&quot; role=&quot;doc-noteref&quot;&gt;1&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Sebelum kursor miring ditemukan, kursor pada awalnya mengarah ke atas, tapi karena jenis kursor tegak seperti ini mudah ilang-ilangan di layar dengan resolusi rendah di zaman itu, tim Xerox PARC akhirnya cari cara agar kursor tetap menonjol dengan memiringkan bentuk kursor dan akhirnya menjadi standar dan diadaptasi oleh banyak perangkat lunak komputer.&lt;sup id=&quot;fnref:2&quot;&gt;&lt;a href=&quot;#fn:2&quot; class=&quot;footnote&quot; rel=&quot;footnote&quot; role=&quot;doc-noteref&quot;&gt;2&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Namun kenapa tidak menghadap ke kanan? Kalau aku cari tidak ada alasan khusus kenapa waktu itu dibuat menghadap ke kiri bukan ke kanan, tapi kalau dari opini pribadi mungkin karena kebanyakan pengguna dan si penemu sendiri bukan orang kidal. Karena kebanyakan orang menggunakan tetikus menggunakan tangan kanan, jadi terasa lebih searah kalau kursor dibuat menghadap ke kiri.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Mungkin akan beda cerita kalau penemu kursor adalah orang kidal wkwkwk. Seperti yang terjadi di kebanyakan daerah eropa yang berkendara menggunakan setir kiri karena kebiasaan seorang ksatria.&lt;sup id=&quot;fnref:3&quot;&gt;&lt;a href=&quot;#fn:3&quot; class=&quot;footnote&quot; rel=&quot;footnote&quot; role=&quot;doc-noteref&quot;&gt;3&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;

&lt;hr /&gt;

&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Referensi&lt;/strong&gt;:&lt;/p&gt;

&lt;div class=&quot;footnotes&quot; role=&quot;doc-endnotes&quot;&gt;
  &lt;ol&gt;
    &lt;li id=&quot;fn:1&quot;&gt;
      &lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://www.idntimes.com/tech/gadget/kenapa-kursor-mouse-dibuat-miring-ke-kiri-c1c2-01-tffwg-l0ngyx&quot;&gt;Kenapa Kursor Mouse Dibuat Miring ke Kiri? Ini Alasannya | IDN Times&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;#fnref:1&quot; class=&quot;reversefootnote&quot; role=&quot;doc-backlink&quot;&gt;^&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;/li&gt;
    &lt;li id=&quot;fn:2&quot;&gt;
      &lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://forum.bersosial.com/threads/oh-ini-toh-alasan-kenapa-kursor-itu-bentuknya-miring.42602/&quot;&gt;Oh ini Toh Alasan Kenapa Kursor itu Bentuknya Miring | Bersosial.com&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;#fnref:2&quot; class=&quot;reversefootnote&quot; role=&quot;doc-backlink&quot;&gt;^&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;/li&gt;
    &lt;li id=&quot;fn:3&quot;&gt;
      &lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://www.kompas.com/tren/read/2025/10/26/120000765/mengapa-ada-negara-yang-pakai-setir-kanan-dan-ada-yang-pakai-setir-kiri-ini&quot;&gt;Mengapa Ada Negara yang Pakai Setir Kanan dan Ada yang Pakai Setir Kiri? Ini Sejarahnya&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;#fnref:3&quot; class=&quot;reversefootnote&quot; role=&quot;doc-backlink&quot;&gt;^&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;/li&gt;
  &lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
</content>
 </entry>
 
 <entry>
   <title>Mengembalikan Menu Pemilih Resolusi di Crunchyroll</title>
   <link href="https://rokhiq.com/postingan/2026/03/08/pemilihresolusicrunchyroll"/>
   <updated>2026-03-08T19:49:00+07:00</updated>
   <id>https://rokhiq.com/postingan/2026/03/08/pemilihresolusicrunchyroll</id>
   <content type="html">&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgjlIJfwiM6yJWQGjC_XFhHSO79C50CtRKNCMsEi9AJsNy4OjRf0QV6qwv8e3uvxzXPfz6yS_ZPO8NJP9qK8MSVtKdhqtq8o-DgLQHRJh9IGXYlnQV1vTqUVx3qGV1nbapSbDRaJPHdjdFTYhwOeesni-WSYcEuOW6Y-fRsklCx_v6-PcOPtrPEn-gFz1Or=s1920&quot; alt=&quot;img&quot; /&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Aku sudah komplain ke Crunchyroll lewat Threads yang tentu saja takkan ditanggapi—Sudah ngomongnya bahasa Indonesia, akunku kecil lagi—mengenai menu pemilih resolusi di Crunhyroll yang sekarang menjadi berdasarkan jenis resolusi alih-alih resolusi itu sendiri.&lt;/p&gt;

&lt;blockquote class=&quot;text-post-media&quot; data-text-post-permalink=&quot;https://www.threads.com/@rokhiq/post/DVniOcBDmXv&quot; data-text-post-version=&quot;0&quot; id=&quot;ig-tp-DVniOcBDmXv&quot; style=&quot; background:#FFF; border-width: 1px; border-style: solid; border-color: #00000026; border-radius: 16px; max-width:650px; margin: 1px; min-width:270px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);&quot;&gt; &lt;a href=&quot;https://www.threads.com/@rokhiq/post/DVniOcBDmXv&quot; style=&quot; background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%; font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, sans-serif;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; &lt;div style=&quot; padding: 40px; display: flex; flex-direction: column; align-items: center;&quot;&gt;&lt;div style=&quot; display:block; height:32px; width:32px; padding-bottom:20px;&quot;&gt; &lt;svg aria-label=&quot;Threads&quot; height=&quot;32px&quot; role=&quot;img&quot; viewBox=&quot;0 0 192 192&quot; width=&quot;32px&quot; xmlns=&quot;http://www.w3.org/2000/svg&quot;&gt; &lt;path d=&quot;M141.537 88.9883C140.71 88.5919 139.87 88.2104 139.019 87.8451C137.537 60.5382 122.616 44.905 97.5619 44.745C97.4484 44.7443 97.3355 44.7443 97.222 44.7443C82.2364 44.7443 69.7731 51.1409 62.102 62.7807L75.881 72.2328C81.6116 63.5383 90.6052 61.6848 97.2286 61.6848C97.3051 61.6848 97.3819 61.6848 97.4576 61.6855C105.707 61.7381 111.932 64.1366 115.961 68.814C118.893 72.2193 120.854 76.925 121.825 82.8638C114.511 81.6207 106.601 81.2385 98.145 81.7233C74.3247 83.0954 59.0111 96.9879 60.0396 116.292C60.5615 126.084 65.4397 134.508 73.775 140.011C80.8224 144.663 89.899 146.938 99.3323 146.423C111.79 145.74 121.563 140.987 128.381 132.296C133.559 125.696 136.834 117.143 138.28 106.366C144.217 109.949 148.617 114.664 151.047 120.332C155.179 129.967 155.42 145.8 142.501 158.708C131.182 170.016 117.576 174.908 97.0135 175.059C74.2042 174.89 56.9538 167.575 45.7381 153.317C35.2355 139.966 29.8077 120.682 29.6052 96C29.8077 71.3178 35.2355 52.0336 45.7381 38.6827C56.9538 24.4249 74.2039 17.11 97.0132 16.9405C119.988 17.1113 137.539 24.4614 149.184 38.788C154.894 45.8136 159.199 54.6488 162.037 64.9503L178.184 60.6422C174.744 47.9622 169.331 37.0357 161.965 27.974C147.036 9.60668 125.202 0.195148 97.0695 0H96.9569C68.8816 0.19447 47.2921 9.6418 32.7883 28.0793C19.8819 44.4864 13.2244 67.3157 13.0007 95.9325L13 96L13.0007 96.0675C13.2244 124.684 19.8819 147.514 32.7883 163.921C47.2921 182.358 68.8816 191.806 96.9569 192H97.0695C122.03 191.827 139.624 185.292 154.118 170.811C173.081 151.866 172.51 128.119 166.26 113.541C161.776 103.087 153.227 94.5962 141.537 88.9883ZM98.4405 129.507C88.0005 130.095 77.1544 125.409 76.6196 115.372C76.2232 107.93 81.9158 99.626 99.0812 98.6368C101.047 98.5234 102.976 98.468 104.871 98.468C111.106 98.468 116.939 99.0737 122.242 100.233C120.264 124.935 108.662 128.946 98.4405 129.507Z&quot; /&gt;&lt;/svg&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot; font-size: 15px; line-height: 21px; color: #000000; font-weight: 600; &quot;&gt; View on Threads&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://www.threads.com/embed.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;

&lt;p&gt;Seperti yang kubilang di Threads, internet yang kugunakan itu kecepatannya pas-pasan. Karena pas-pasan itu sepertinya sistem Crunchyroll memilihkan resolusi paling aman untuk di &lt;em&gt;streaming&lt;/em&gt; secara lancar dan tanpa &lt;em&gt;buffering&lt;/em&gt;, mungkin itu memperbaiki pengalaman pengguna, tapi itu memicu masalah pengalaman pengguna dalam hal yang lain.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Karena sistem yang memilihkan resolusi paling aman, sistem mereka memilihkan resolusi yang terlalu rendah, yang mengakibatkan pengalaman menonton jadi tidak menyenangkan, meski sudah dipilih menu yang “terbaik”, tapi tetap saja, aku mendapatkan resolusi terendah di 240p, padahal kalau aku bisa memilih 1080p, sebenarnya masih lancar-lancar saja.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Nah, solusinya aku menemukan sebuah ekstensi untuk mengembalikan pengaturan resolusi menjadi sebelumnya, yaitu menggunakan ekstensi &lt;a href=&quot;https://github.com/stratumadev/croptix&quot;&gt;CrOptix&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjWbkJzeekwaMPZeuUS5QKCGbv2zKW8QSUmV1euuw8yO9CZ-v3FBWfGpq1P_h3Xp8cgBwvM2FdNVrlBB8-5hG0AYqoY9P5l-ttGahoxOaZPmt9XlUU7swmm2u9r7FVbHrjbum1TD9vmf7CxkqTehsKSDNQWKrqSD3b2zjdX5WibTOeP6b_Hp_9l2QM3xtH_=w640-h360&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Ekstensi ini tersedia untuk peramban berbasis Chromium atau pun Gecko. Ekstensi ini juga bukan hanya untuk menampilkan pemilih resolusi yang lama, tapi dia juga membawa fitur lainnya seperti pengatur kecepatan dan mode theater.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Memang fiturnya tak sebanyak ekstensi &lt;a href=&quot;https://github.com/ThomasTavernier/Improve-Crunchyroll&quot;&gt;Improve Crunchyroll&lt;/a&gt;, tapi yang dibutuhkan di sini kan untuk memunculkan menu resolusi berdasarkan pixel lagi, jadi tak masalah. Sebenarnya kalau mau, kedua ekstensi itu bisa dipasang secara bersamaan, tapi kalau aku tak mau melakukannya karena sudah cukup banyak ekstensi yang kupasang wkwkw.&lt;/p&gt;

</content>
 </entry>
 
 <entry>
   <title>Ulasanku untuk Jilid 1 Novel Ringan Aku Dimanjakan Tetanggaku yang Seperti Malaikat</title>
   <link href="https://rokhiq.com/postingan/2026/03/01/ulasanjilid1novelshiinamahiru"/>
   <updated>2026-03-01T00:56:00+07:00</updated>
   <id>https://rokhiq.com/postingan/2026/03/01/ulasanjilid1novelshiinamahiru</id>
   <content type="html">&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVDCyLy2leNATCUI2twKPFfSD5xMLU74CI8DCXTTNbPmalyW3CXx4zb8UZgWyohyXIczTnzv6s1cmJ_wvnMIWofOY6OcDlz05EKfIVjTUkAG3sLZ0R604-sKmMuxH5_I2ShzKfpEs7_rBS0QGpGcM5W6G9hOGQv3Z69oWj3H3s0dDKQFfoP9-c-5_NIrw9/s1920/1.04.webp&quot; alt=&quot;img&quot; /&gt;&lt;sup id=&quot;fnref:1&quot;&gt;&lt;a href=&quot;#fn:1&quot; class=&quot;footnote&quot; rel=&quot;footnote&quot; role=&quot;doc-noteref&quot;&gt;1&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PERHATIAN: ULASAN INI MUNGKIN BERISI SPOILER.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Awalnya aku agak bingung, kok, sampul depan dengan lampiran yang ada di bukunya beda, ternyata awalnya sampul untuk Jilid 1 ini menggunakan ilustrasi dari Hazano Kazutake hingga akhirnya terbit di Indonesia dengan ilustrasi dari Hanekoto. Namun, untuk ilustrasi di dalam novelnya tetap menggunakan ilustrasi dari Hazano Kazutake.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Aku agak asing dengan ilustrasi Hazano Kazutake karena memang dari awal aku kenal serial ini dari anime yang menggunakan gaya seni Hanekoto. Namun, aku senang masih bisa mengetahui versi awal dari Mahiru yang tampak lebih dingin dan dewasa daripada versi Hanekoto yang tampak lebih manis dan ekspresif.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Aku baca seri novel ringan ini lewat terbitan Phoenix Gramedia. Secara keseluruhan, terjemahannya bagus meski sesekali bikin pusing karena penggunaan kata yang kurang sesuai, kalau dari struktur terjemahannya, sepertinya novel dalam Bahasa Indonesia ini diterjemahkan dari Bahasa Inggris alih-alih Bahasa Jepang langsung, tapi itu hanya dugaanku, aku bisa saja salah. Meski terkadang terdapat tipo, untuk selebihnya mungkin karena aku masih kurang berpengalaman membaca novel, jadi membayangkan bagian tubuh ini sedang melakukan ini masih cukup susah buatku.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Alur ceritanya … tentu saja ini sangat teramat tak masuk akal wkwkwk. Bayangkan hanya bermodalkan meminjamkan payung, dirimu bisa punya hubungan rahasia dengan gadis tercantik di sekolah, terlebih dia mau merawat dan memasakkan makanan untukmu, itu saja sudah terasa bagaikan mimpi.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Namun, terlepas dari itu, membaca novel ini mengingatkanku pada pepatah Jawa: Witing tresno jalaran soko kulino, yang memiliki arti: Cinta tumbuh karena terbiasa&lt;sup id=&quot;fnref:2&quot;&gt;&lt;a href=&quot;#fn:2&quot; class=&quot;footnote&quot; rel=&quot;footnote&quot; role=&quot;doc-noteref&quot;&gt;2&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;, pepatah ini juga muncul dalam lagunya Dewa 19 - Risalah Hati (&lt;em&gt;Beri sedikit waktu, biar cinta datang kar′na telah terbiasa, mm-mm&lt;/em&gt;)&lt;sup id=&quot;fnref:3&quot;&gt;&lt;a href=&quot;#fn:3&quot; class=&quot;footnote&quot; rel=&quot;footnote&quot; role=&quot;doc-noteref&quot;&gt;3&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;—entah band itu mengutip dari pepatah jawa ini atau tidak. Yang jelas dari Amane yang meminjamkan payungnya ke Mahiru, tak sengaja Amane membuka ruang interaksi yang sebelumnya tak pernah mereka lakukan, dari situ Mahiru jadi mengenal Amane dan ingin lebih terlibat dengan Amane dengan alasan “kepuasaan diri” karena merasa risih dengan kebiasaan Amane yang serampangan. Perlahan-lahan mereka menjadi nyaman dan akrab karena sering bersama-sama dan saling memercayai. Sungguh alur cerita yang manis dan sangat menggambarkan pepatah Jawa tadi~&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Meski begitu, aku tetap menyukai novel ringan ini karena berhasil membuatku berhalu dan senyum-senyum sendiri saat membacanya wkwkwk. Aku juga menyukai novel ringan ini karena ceritanya sungguh berfokus pada keromantisan mereka berdua alih-alih cinta segitiga atau segi berapa pun yang tak jelas.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Novel ringan bisa didapatkan di situs &lt;a href=&quot;http://Gramedia.com&quot;&gt;Gramedia.com&lt;/a&gt; atau toko buku Gramedia, ya, untuk versi bahasa Indonesianya.&lt;/p&gt;

&lt;hr /&gt;

&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Referensi:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;

&lt;div class=&quot;footnotes&quot; role=&quot;doc-endnotes&quot;&gt;
  &lt;ol&gt;
    &lt;li id=&quot;fn:1&quot;&gt;
      &lt;p&gt;Foto Thumbnail postingan: &lt;a href=&quot;https://otonari-no-tenshi.fandom.com/wiki/Light_Novel_Volume_1&quot;&gt;Light Novel Volume 1 | Otonari no Tenshi-sama Wiki | Fandom&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;#fnref:1&quot; class=&quot;reversefootnote&quot; role=&quot;doc-backlink&quot;&gt;^&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;/li&gt;
    &lt;li id=&quot;fn:2&quot;&gt;
      &lt;p&gt;Arti Witing Tresno Jalaran Soko Kulino: &lt;a href=&quot;https://mediaindonesia.com/humaniora/815334/arti-witing-tresno-jalaran-soko-kulino-makna-cinta-dalam-budaya-jawa&quot;&gt;Arti Witing Tresno Jalaran Soko Kulino Makna Cinta dalam Budaya Jawa&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;#fnref:2&quot; class=&quot;reversefootnote&quot; role=&quot;doc-backlink&quot;&gt;^&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;/li&gt;
    &lt;li id=&quot;fn:3&quot;&gt;
      &lt;p&gt;Lirik Lagu Dewa - Risalah Hati: &lt;a href=&quot;https://www.musixmatch.com/lyrics/Dewa-19/Risalah-Hati&quot;&gt;Dewa 19, Yura Yunita - Risalah Hati lyrics | Musixmatch&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;#fnref:3&quot; class=&quot;reversefootnote&quot; role=&quot;doc-backlink&quot;&gt;^&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;/li&gt;
  &lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
</content>
 </entry>
 
 <entry>
   <title>Membuat Zen Browser Menjadi Borderless</title>
   <link href="https://rokhiq.com/postingan/2026/02/28/borderlesszenbrowser"/>
   <updated>2026-02-28T22:47:00+07:00</updated>
   <id>https://rokhiq.com/postingan/2026/02/28/borderlesszenbrowser</id>
   <content type="html">&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHg6se6UFl7QTJa3rPuPv_RamNmvKuWI3DetO6v7S1mYtlR9nfeBWH_b_LgXviFUtV5EnOv6VpueCG7PndVlbHFcLWA8MtpFF4LX-ZawVgdanJEp1RuPtw2-44Y7qpn1C5DOn9rGEOVhC2nQ4HzbCrbHb9QctW4qzX9u060QOprPPJ7ML_BIpT-KMf_Tml/s1366/639763555_17945886120112267_1654202970163656263_n.jpg&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHg6se6UFl7QTJa3rPuPv_RamNmvKuWI3DetO6v7S1mYtlR9nfeBWH_b_LgXviFUtV5EnOv6VpueCG7PndVlbHFcLWA8MtpFF4LX-ZawVgdanJEp1RuPtw2-44Y7qpn1C5DOn9rGEOVhC2nQ4HzbCrbHb9QctW4qzX9u060QOprPPJ7ML_BIpT-KMf_Tml/w640-h360/639763555_17945886120112267_1654202970163656263_n.jpg&quot; alt=&quot;img&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Untuk membuat tampilan Zen Browser menjadi tanpa border yang mengelili tampilan web, caranya cukup mengubah prefensi “zen.theme.content-element-separation” menjadi “0” pada halaman “about:config”.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Niscaya akan menghilangkan border yang mengelilingi tampilan web.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjfjj_9h16Q9SBK7uaTTergQYlvpAYEzwdnYYNkmA4aequwpFBXyPyvE8BwzVv_Rg18ZR1ggDh9wBEt-tJebENiGL0y5rlvftVoM_NdYN_wz39pDuH9f8ggrMaKiZ-ZQ6vLVfS-5hUGT-72aOYw1dx6eBG33eVdrLGcUwZWI7cY5ow42jfvi4OpA151SJI5=w640-h64&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/p&gt;

</content>
 </entry>
 
 <entry>
   <title>Pengalamanku sebagai YouTuber yang Gagal</title>
   <link href="https://rokhiq.com/postingan/2026/02/28/youtubergagal"/>
   <updated>2026-02-28T22:33:00+07:00</updated>
   <id>https://rokhiq.com/postingan/2026/02/28/youtubergagal</id>
   <content type="html">&lt;p&gt;Aku adalah salah satu dari angkatan YouTuber tahun 2016-2017.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Perjalananku pertama kali di YouTube dimulai dari karena terinspirasi dengan melihat orang-orang yang membuat tutorial dan kiat tentang Android yang sepertinya seru kalau aku juga ikut membuatnya.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Dari pemikiran seperti itu, akhirnya lahir video pertamaku di YouTube dengan judul “Cara mendinginkan HP Yang panas” pada tanggal 5 Oktober 2016.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhlFo5DHqRbUf3K3BYtbgZy5UDiudFbjyvVmZ0BKIanlXhUfvM3MkBTzhq4ejYzm_LmMfL6OIzERGD1tkHMXK3tWn0vseBXdPKrnhS5jW8nNQVng0gzPguO9wAafsu6_GKVXFueWkg0Y69H1Urd2c7T6VOnOl0jLayXfoHDCBOaTOk-oRf0qo8ptM3i11oo=w640-h360&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Tentu saja video itu kualitasnya jelek, dan yang paling parah, video itu tidak terbukti mendinginkan aplikasi, malah jatuhnya seperti mempromosikan suatu aplikasi.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Bisa ditebak, isi komentarnnya hanya makian dan cacian, entah itu karena diriku yang tidak jelas menyampaikan sesuatu, kualitas video yang jelek, dan tutorial yang tak terbukti.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Terlepas dari itu, aku tetap membuat video. Video selanjutnya adalah konten gim Minecraft, dan karena aku saat itu lagi suka-sukanya dengan sistem operasi Android, &lt;em&gt;skin&lt;/em&gt;-ku di Minecraft adalah robot Android. Bahkan foto profil kanalku adalah foto dari berbagai versi Android saat itu.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Aku terus membuat video saat itu hingga akhirnya aku memulai membuat kanal baru karena … entah apa alasanku saat itu, entah karena tak bisa mengajukan memonetisasi atau apa, tapi kalau seingatku karena masalah alamat surelku yang terlalu panjang kubuat.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Aku membuat kanal baru dan mendaftarkan monetisasi, dan berhasil terdaftar. Tak lama setelah itu, entah apa lagi alasanku, aku membuat kanal baru lagi pada 2017, yang kuniati membuat banyak video meski belum bisa dimonetisasi, mungkin waktu itu aku terlalu bodoh untuk membaca kalau fitur monetisasi di kanal YouTube baruku itu dinonaktifkan, tak mengindahkannya dan terus berusaha membuat video.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhA40apHwk4iGGSOPracVLzFVeM8LQu4SaO_I7iBKhU8Ts8m5IfwxSNbXlc11X1LGT-VoT-VowgOyqWNAOpSVrPuxUXb6oUMk2R-UBdkQ-pDOKGS6Xc3M3q9TkXpNgOBwmOpYwnrFqXpBhQBTO2ZKAnF_UHlfYrNt2AW9KRLiFZ_huaeEx9WVZ5ldFMlVRT=w640-h360&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Hingga tiba-tiba muncul peraturan YouTube yang mengharuskan minimal punya beberapa subscriber, aku terus berusaha membuat video konten yang banyak hingga target itu hampir penuh. Kala hampir penuh, YouTube mengubah peraturan monetisasiya lagi, kini monetisasi wajib punya sekian jam tayang tayang dan subscriber.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Meski agak kesal karena seharusnya aku sudah dapat monetisasi, aku tetap membuat video baru hingga akhirnya aku mulai bosan dan tersadar bahwa ini mustahil buatku yang videonya biasa saja dan tidak menarik. Hingga akhirnya pada tanggal 17 April 2021 adalah tanggal terakhirku mengunggah video di YouTube.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Yah, meski begitu, aku akhir-akhir ini kembali aktif membuat video di kanal baruku. Namun kali ini, alih-alih fokus pada monetisasi, aku lebih fokus pada bagaimana caraku bisa membantu orang lain. Mulai dari menerjemahkan alur cerita dalam gim hingga membahas sejarah teknologi.&lt;/p&gt;

</content>
 </entry>
 
 <entry>
   <title>Helium Browser &amp; Zen Browser&amp;#58 Garpu Peramban Terbaik!</title>
   <link href="https://rokhiq.com/postingan/2026/02/26/heliumdanzen"/>
   <updated>2026-02-26T23:11:00+07:00</updated>
   <id>https://rokhiq.com/postingan/2026/02/26/heliumdanzen</id>
   <content type="html">&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiplHSBsjwhG6cKhoFUOCDYCGubYZHFiJ32be9KBQ1RRS-fY8-5BZa5hxDDqJJGawkqd9s9hOSobud-8cPt9vnqKcnXnP82iZf4C1ztGIkEfM2IAFmpmH3dIxwktpRPsWbCIlpwPVvgMfo3kRZ0YYSdioaTofBnhh5cYf3_-I6AcCOKdzv3m54njaySxQoS/s1920/image.psd.jpg&quot; alt=&quot;img&quot; /&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Helium Browser dan Zen Browser, dua peramban dari dua dunia yang berbeda.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Helium Browser adalah peramban berbasis Chromium, sementara Zen Browser adalah peramban berbasis Gecko.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut adalah ulasan singkatku tentang kedua peramban ini.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Helium Browser&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Helium Browser adalah peramban yang dikembangkan oleh imput, grup dibalik proyek cobalt.tools, dengan menggunakan basis Ungoogled Chromium yang mana sudah bersih dari telemetri dan &lt;em&gt;bloat&lt;/em&gt; Google.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEh81KVRoYh7PXmkj7jwtRNIuWbA2scTZwLw3Lx3MWusE0R5BAR4tl5EfOIVlNGHHPJK-hewRfBMraplY-GQGDLhGwsBGhAoKAQ22YZy45Oq0-YakwpjJs5gqmu3VViwpg4a6w0RmG4mPt1NbMZr6pyg77i2FUzFLkX_OuUZeN_sTe9IXQ1C-krskkapHjXt&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEh81KVRoYh7PXmkj7jwtRNIuWbA2scTZwLw3Lx3MWusE0R5BAR4tl5EfOIVlNGHHPJK-hewRfBMraplY-GQGDLhGwsBGhAoKAQ22YZy45Oq0-YakwpjJs5gqmu3VViwpg4a6w0RmG4mPt1NbMZr6pyg77i2FUzFLkX_OuUZeN_sTe9IXQ1C-krskkapHjXt=w640-h360&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Namun, bedanya dengan Ungoogled Chromium, bisa dibilang peramban ini lebih useful daripada Ungoogled Chromium.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Dari tampilannya, peramban ini dibuat sesederhana dan se-&lt;em&gt;slim&lt;/em&gt; mungkin untuk UI-nya, tampilannya yang begitu sederhana ini terasa lebih melegakan untuk menjelajah internet karena kolom tab tak terlalu memakan tampilan dari web.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjazs25XbVKN_Cm1iqB2hUqukHjRiB_V0Pz1R0FbF31XNQyn2vuqry1WIcd3Yjcmtw-5i1ndhU3GFy8y2Nvr43K_Q3CPksW1OeJ9b7e1fR6dsaf1zQ8Zm1E-JPwfV0Qy2fck_RFIQ9M_mDVDWSD719ZL_tlxzRTQMQAHHIZeozNlkwxhp6cdyO3M1SDGhBL&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjazs25XbVKN_Cm1iqB2hUqukHjRiB_V0Pz1R0FbF31XNQyn2vuqry1WIcd3Yjcmtw-5i1ndhU3GFy8y2Nvr43K_Q3CPksW1OeJ9b7e1fR6dsaf1zQ8Zm1E-JPwfV0Qy2fck_RFIQ9M_mDVDWSD719ZL_tlxzRTQMQAHHIZeozNlkwxhp6cdyO3M1SDGhBL=w640-h140&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Jika dirasa masih kurang tipis bar atasnya, di peramban ini ada tampilan &lt;em&gt;compact&lt;/em&gt; yang membuat tampilan bar atas makin tipis.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Di sini juga ada satu fitur unik yang bernama !bangs, fungsi fitur ini adalah untuk menelusuri langsung ke web tanpa terlebih dahulu ke mesin pencari.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Zen Browser&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Zen Browser adalah peramban berbasis Gecko yang seperti sebagai pengganti Arc Browser dari The Browser Company karena dari tampilannya dan fitur-fiturnya yang mirip-mirip.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgsGxtfauDMr3yWYc9BEcR07MTGyJGe84yt_v9uf1UHLySSgAeIGzCYeXdCDdKihuNnH7nANc-oRjdKDLr-HF8aOYz8B-pONl5VrsZF7SXH5bjzgXR6s89n8LVF-zC820dw7O5IyLSpA8odkyj4-r-zpvQdQZt4m44J_yI_SQymV816CiPPu2R7kvuC0HXZ&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgsGxtfauDMr3yWYc9BEcR07MTGyJGe84yt_v9uf1UHLySSgAeIGzCYeXdCDdKihuNnH7nANc-oRjdKDLr-HF8aOYz8B-pONl5VrsZF7SXH5bjzgXR6s89n8LVF-zC820dw7O5IyLSpA8odkyj4-r-zpvQdQZt4m44J_yI_SQymV816CiPPu2R7kvuC0HXZ=w640-h360&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Berkat berbekal mesin dari Gecko, Zen Browser ini sangat kaya fitur dan gampang dikustomisasi.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Fitur unik di peramban ini adalah &lt;em&gt;tree tab&lt;/em&gt; yang meringkas tab yang dibuka, &lt;em&gt;workspace&lt;/em&gt; untuk mengategorikan tab yang dibuka, &lt;em&gt;compact mode&lt;/em&gt; untuk menyembunyikan UI, dan &lt;em&gt;glance&lt;/em&gt; untuk mepratinjau halaman web tanpa perlu menambahkan tab baru.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Selain itu, karena peramban ini berbasis Gecko, aku jadi bisa memodifikasi “jeroan” peramban sebebas-bebasnya lewat about:config, dan aku bisa mendapatkan fitur &lt;em&gt;multi container&lt;/em&gt; yang merupakan fitur &lt;em&gt;killer&lt;/em&gt; dari Firefox yang hingga saat ini tak dimiliki peramban berbasis Chromium.&lt;/p&gt;

</content>
 </entry>
 
 <entry>
   <title>(Bukan) Tulisan yang Pertama</title>
   <link href="https://rokhiq.com/postingan/2026/02/05/bukantulisanpertama"/>
   <updated>2026-02-05T19:20:00+07:00</updated>
   <id>https://rokhiq.com/postingan/2026/02/05/bukantulisanpertama</id>
   <content type="html">&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhu1vacKLhZVG4dqbmw-Ro1P3u3dKlVoLeg1lYsTcfy2VWMMTl0peAPs6mQJT_3R-C0y2aUWUaaMk-R5sJXOKWekd0f78Vs4yI1E4-O6MmhKYww4uG1IiUN5roKO4RTgXWVMCF31EfoBZAS2eP3ce2j2wRTV7mNowC7wbRzKJCX5RqrPQl1QsTM10KBVkcm/s1920/wp12322378.jpg&quot; alt=&quot;img&quot; /&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Halo!&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Selamat datang di tulisan pertama di blog ini–ya, bukan yang pertama juga, sih, karena sebelum ini juga sudah ada tulisan juga wkwkw.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Anyway, salam kenal, aku Rokhiq.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Di situs ini aku akan membagikan tulisanku tentang ulasan anime, manga, novel, hingga ke ranah dunia teknologi, semua jadi satu di sini.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Aku bilang bukan tulisan yang pertama karena sebelum postingan ini, sudah ada postingan lain. Postingan itu adalah postingan waktu aku masih SD, dengan ambisi menghasilkan uang dari tulisan itu. Tapi tentu tulisan ampas seperti itu takkan menghasilkan apa-apa, alhasil aku menelantarkan blog ini hingga aku mengurusnya kembali sekarang.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Namun, kini alasanku untuk menghidupkan blog ini lagi bukan karena uang, tapi: &lt;strong&gt;Karena aku ingin melampiaskan unek-unekku&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Aku tak terlalu punya banyak teman, punya teman pun juga tak mengerti apa yang kuobrolkan.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Nah, daripada kupendam terus-terusan dan menjadi tak nyaman, aku memutuskan untuk melampiaskannya di situs ini dengan harapan ada seseorang yang sefrekuensi nimbrung.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Namun, mengingat caraku mengutarakan sesuatu tidak terlalu baik, sepertinya tulisanku mungkin akan susah dipahami, jadi aku akan membatasi harapan itu.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Cukup curhatnya sampai di sini, karena aku malu untuk menceritakan kehidupan menyedihkanku wkwkwk.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Yah, segitu saja, sampai jumpa di postingan selanjutnya.&lt;/p&gt;

&lt;hr /&gt;

&lt;p&gt;Kredit:
Thumbnail: Tangkapan layar video &lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/watch?v=IUq59ARXtdg&quot;&gt;TVアニメ『お隣の天使様にいつの間にか駄目人間にされていた件』ティザーPV&lt;/a&gt; dari Kanal YouTube: TOHO animation チャンネル, detik ke 23.&lt;/p&gt;
</content>
 </entry>
 
 <entry>
   <title>Cara Screen Mirroring Terbaru 2017</title>
   <link href="https://rokhiq.com/postingan/2017/10/29/screenmirroring"/>
   <updated>2017-10-29T15:24:00+07:00</updated>
   <id>https://rokhiq.com/postingan/2017/10/29/screenmirroring</id>
   <content type="html">&lt;p&gt;Halo Di Postingan Saya Yang Ke 3 Ini Saya Mau Bikin Tutorial Bagaimana Cara Screen Mirroring 
Pertama Kalian Unduh Ke 2 Bahan Ini :
Mirror Go Klik Di &lt;a href=&quot;https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wondershare.mirrorgo&quot;&gt;Sini&lt;/a&gt;
Mirror Go For Pc Klik Di &lt;a href=&quot;https://drfone.wondershare.com/android-mirror.html&quot;&gt;Sini&lt;/a&gt;
Setelah Sudah Pasang Mirror Go Di Hp Maupun Pc Sampai Selesai
Setelah Selesai Kalian Buka Mirror Go Di Hp
Sebelumnya Buka Pengaturan/Tentang Ponsel/Cari Nomor Versi Sampai 6 Kali Setelah Sudah Kalian Kembali Ke Mirror Go
Setelah Itu Kalian Buka Mirror Go Yang Ada Di Pc Kalian Buka Terus Kalian Tentukan Resolusi Sambungkan Kabel Data Atau Wifi 
Setelah Sudah Selamat Hp Anda Menjadi 2
Kalau Belum Jelas Kalian Bisa Tonton Video Berikut : Klik Di &lt;a href=&quot;https://youtu.be/SHZVmaB0uK0&quot;&gt;Sini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;

</content>
 </entry>
 
 <entry>
   <title>Cara Hack Billing Warnet Terbaru 2017</title>
   <link href="https://rokhiq.com/postingan/2017/10/27/hackbillingwarnet"/>
   <updated>2017-10-27T12:53:00+07:00</updated>
   <id>https://rokhiq.com/postingan/2017/10/27/hackbillingwarnet</id>
   <content type="html">&lt;p&gt;Halo Dipostingan Ane Yang Ke 2 Ini Ane Mau Berbagi Tutorial Bagaimana Cara Hack Billing Warnet Dengan Software AntiVirus
Pertama Bahan Bahan Yang Kalian Perlukan Yaitu :&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Smadav&lt;/strong&gt; : Cari Sendiri Supaya Usaha Dikit&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Jika Udah Kelar Download Instal Sampai Selesai
Jika Sudah Kelar Kalian Buka Terus Kalian Pencet Tools/Apa Itu Saya Lupa Pokoknya Yang Gambar Obeng Itu
Terus Klik Progam Manager Cari Aplikasi Billing Warnet Contohnya &lt;strong&gt;“SmartBilling.client”&lt;/strong&gt; Jika Sudah Ketemu Aplikasi Billing Warnetnya Kalian Klik Kanan App Billingnya Pilih Action Terus Suspend&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Selamat Anda Telah Berhasil MengHack Warnet Tapi Ingat Dosa DiTanggung Sendiri
Sekian Dulu Postingan Ane Kali Ini
Oh Ya Yang Disini Yang Suka Game Minecraft Kalian Bisa Mampir Di Channel Ane Klik &lt;a href=&quot;http://Youtube.com/channel/INIGAMERKIKI&quot;&gt;Ini&lt;/a&gt;
Sampai Jumpa Di Postingan Ane Selanjutnya&lt;/p&gt;

</content>
 </entry>
 
 <entry>
   <title>Cara Membuat Hp Support Otg Terbaru 2017</title>
   <link href="https://rokhiq.com/postingan/2017/10/26/membuathpsupportotg"/>
   <updated>2017-10-26T16:13:00+07:00</updated>
   <id>https://rokhiq.com/postingan/2017/10/26/membuathpsupportotg</id>
   <content type="html">&lt;p&gt;Halo di postingan pertama ini ane mau buat tutorial bagaimana cara hp jadul kalian support OTG&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Caranya mudah, kalian perlu download bahan-bahan dibawah:&lt;/p&gt;

&lt;ul&gt;
  &lt;li&gt;Rashr : &lt;a href=&quot;https://play.google.com/store/apps/details?id=de.mkrtchyan.recoverytools&quot;&gt;Klik Disini&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;Kernel : &lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/0B9fFaFX45g8EU1l5TG5hdjFvbVU/view?usp=drivesdk&quot;&gt;Klik Disini&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;p&gt;Syarat hp kalian harus:&lt;/p&gt;
&lt;ol&gt;
  &lt;li&gt;Root&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;TerInstal Aplikasi Rashr&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;Sudah Mendownload Kernelnya&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;

&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Langkah Langkahnya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Buka Aplikasi Rashr
Ijinkan Akses Root Kepada Aplikasi Rashr
Jika Sudah Kalian Klik Kernel From Storage Cari Kernelnya
Terus Flash
Jika Sudah Kelar Nanti Akan Muncul Pop up Restart Kalian Klik Restart Now. Dan Otomatis Hp Akan Terestart
Dan Selamat Hp Androis Anda Sudah Support Otg&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Jika Kurang Jelas Kalian Bisa Lihat Video Saya
Klik Di &lt;a href=&quot;https://youtu.be/3KtOvVnS5Xk&quot;&gt;Sini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
</content>
 </entry>
 

</feed>
