-
Aku nemu peramban yang lebih privasi lagi, yaitu Titanium. Dia fiturnya sama seperti Quetta; Ekstensi, Developer Tools, xan sebagainya, bedanya dia lebih privasi lagi karena berbasis peramban yang diperuntukkan untuk GrapheneOS.

-
Terbayar ternyata, hehe.
-
Gak cair jir, mau kutagih juga gak enak, bruh ….
-
Percakapan Claude yang dibagikan bisa diakses via mesin pencari 💀

-
Apakah aku sudah menamatkan Shorts pada hari Minggu ini? Soalnya konten yang sudah kuliat muncul lagi beranda Shorts. Sepertinya aku kebanyakan gulir Shorts, deh. Atau memang YouTube kehabisan konten saja.
-
Aku hanya membagikan kekagumanku, tapi malah dianggap spam dengan keterangan membagikan tautan atau konten yang menyesatkan.
Atau mungkin karena gambar yang kulampirkan berisi banyak tautan, makanya dianggap menyesatkan? Entahlah ….

-
Hampir berpaling ke duck.ai, tapi ternyata gak bisa buat vibecoding, aku ngirim skrip python harus dibagi dua part karena kepanjangan di kolom teksnya, lalu ternyata ada limitnya juga.
Terlepas dari hal ini, duck.ai bagus, sih, apalagi terkait privasi.

-
Mau se-powerful apa pun Linux, aku masih butuh Windows ternyata wkwkw.

-
Aku baru sadar ini, ternyata di Indonesia penyebutan jamnya bikin bingung dibanding negara lain.
Aku dan orang yang kutemui menyebut 14:30 sebagai “pukul setengah 3”, jadi mengacu ke jam setelahnya, bukan berdasarkan waktu sebelumnya.

-
Aku memperbarui tampilan web ini, kini web tampil dalam mode gelap sungguhan, bukan remang-remang abu-abu lagi. Dan kini aku mengaplikasikan fon agar setidaknya ada identitasnya, dan biar tampilan fon-nya konsisten di semua perangkat.
