• Dari beberapa AI yang kucoba (ChatGPT, Copilot, Claude, DeepSeek, dan Gemini, yang paling enak buat diajak mikir atau ngobrol santai tetep pake Claude.

    Ngobrol sama ChatGPT itu seperti ngajak debat, malah adu argumen. Entah ini sebenarnya baik atau tidak, tapi kurang oke, deh, buat orang yang gak terimaan.

    Copilot, sih, menurutku yang paling buruk di antara semua, dulu sempat jadi AI daily driver-ku, tapi sekarang sepertinya tidak bisa, deh. Kalau Copilot ini keluhannya selalu memberi semacam saran yang sebenarnya tak dibutuhkan, diakhir respon dia selalu menambahkan “Mau aku buatkan, jelaskan, dan lainnya” yang menurutku cukup risih, aku sudah coba untuk agar responnya tak menyertakan kalimat itu, tapi sepertinya tak digubris.

    Nah, untuk yang paling nyaman, sih, jatuh pada Claude, dia diajak ngobrol nyambung, dan ngasih idenya itu gak maksa kayak Copilot, cuma minusnya dia ada peak time-nya, jadi saat peak, penggunaan token meningkat yang membuat gampang limit.

    Nah yang terkeren dari semua AI menurutku adalah DeepSeek, dia ngajak ngobrol cukup oke, cuma minusnya gak ada fitur memori, sih, dia, jadi percakapan sebelumnya tak bisa menjadi referensi percakapan baru untuknya. Namun bukan itu, yang keren adalah dia punya context window yang besar banget, responnya bisa benar-benar panjang, jadi kalau kusuruh vibecoding, dia juaranya.

    Sementara Gemini, setingkat lebih rendah daripada DeepSeek untuk ngobrol, gak oke-oke banget, tapi setidaknya masih nyambung. Yang cukup mengganggu di Gemini adalah dia meniru ucapanku, semisal aku mengakhiri kata pake “wkwk, jir, cuy”, dia kopas dan menjadikannya awalan atau akhiran kalimat, yang jadinya cringe sendiri bacanya. Udah gitu, AI Gemini gak bisa di opt-out. Sebenarnya bisa, tapi semua percakapan lama jadi hilang dan percakapan baru takkan tersimpan.

    Semua ini kutes dalam versi gratis, ya. Jadi semua model pake versi standar punya.