Ulasanku untuk Film Maquia: When the Promised Flower Blooms

Tangkapan layar video YouTube Maquia: When The Promised Flower Blooms (2018) - Official Trailer (HD) durasi ke 0:18

TULISAN INI MUNGKIN BERISI SPOILER.

Saat pertama kali menonton film ini, aku sama sekali tak memahami alur ceritanya, banyak yang mengatakan bahwa film ini mengharukan, tapi aku sendiri bahkan tak merasa sedih saat menontonnya.

Karenanya, aku memutuskan untuk menonton lagi film ini. Selain karena hal tersebut, alasan lainnya adalah akhir-akhir ini sering kepikiran tentang kehidupan, jadi tampaknya memang momen yang tepat untuk menonton film ini.

“Bila kau berjumpa seseorang dari dunia luar, janganlah sampai dirimu mencintainya. Jika iya, akan kau rasakan kesepian yang sesungguhnya.

Sepatah kalimat yang cukup dalam. Karena mampu hidup ratusan tahun, tentu mereka dapat menyaksikan perubahan zaman dan generasi. Dan bila sampai rasa tersebut muncul pada manusia, tentu tiap perpisahan pasti akan membekas lara.

Bagian ini cukup mengena dan menjadi sebuah pengingat, tentang rasa kehilangan yang siap menanti di balik rasa sayang. Berbeda dengan mereka, kita tak ada opsi untuk lari dari hal ini karena memang sudah jalannya seperti itu.

Namun, jangan disalahartikan menjadi “jangan terlalu mencintai seseorang bila tak mau menerima lara”, tapi justru sebaliknya, karena hal tersebut, cintailah seseorang semaksimal mungkin dan hargai tiap momen bersamanya agar kelak tak ada sesal bila waktunya datang.

Menonton film ini membuatku tersadar bahwa setiap momen dalam kehidupan: setiap jam, menit, dan detiknya, adalah momen-momen berharga yang takkan bisa diulang. Dan semua itu dikemas dalam durasi 2 jam, hidup manusia sesingkat itu digambarkan dalam film ini.

Menurutku film ini memang pas sebagai pengingat—terutama buatku—saat semangat sedang terjun bebas dan malah bermalas-malasan menggulir media sosial yang kurang sehat; waktu terlalu berharga untuk dibuang-buang.

Rokhiq · · ACG, Maquia - When the Promised Flower, dan Ulasan
This work is licensed under CC BY-NC-SA 4.0